Fadhilah tolabul 'ilmi
Kultum
A
Anwar Kumaidi
4 Mei 2026
3 menit baca
0 views
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ و...
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ.
وَقَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: {يَرْفَعِ اللهُ الَّذِيْنَ آمَنُوْا مِنْكُمْ وَالَّذِيْنَ أُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ}. صَدَقَ اللهُ الْعَظِيْمُ.
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي.
Hadirin sekalian yang dirahmati Allah,
Burung camar terbang ke angkasa,
Hinggap di dahan bertemu kuntum.
Tiada guna dunia fana terasa,
Jika tiada tuntunan ilmu nan agung.
Sungguh, kalimat pantun tadi mengingatkan kita akan betapa pentingnya ilmu dalam kehidupan ini. Di tengah samudra dunia yang penuh gelombang ujian dan syubhat, ilmu adalah kompas yang akan menuntun kita menuju keselamatan, dan layar yang akan membawa kita berlayar menuju keridhaan Allah Swt.
Rasulullah Saw. telah bersabda, yang artinya: "Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga." (HR. Muslim). Hadits ini adalah sebuah janji yang luar biasa dari Sang Pencipta. Jalan yang kita tempuh untuk mencari ilmu, sekecil apapun itu, akan menjadi sebab terbukanya pintu-pintu surga bagi kita. Bayangkan, sebuah perjalanan sederhana untuk mendengarkan kajian, membaca satu halaman buku, atau bertanya kepada seorang alim, ternyata adalah investasi yang nilainya setara dengan seluas luasnya surga.
Allah Swt. berfirman dalam Al-Qur'an: "Katakanlah: Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" (QS. Az-Zumar: 9). Perbandingan ini lurus ke hati. Orang yang berilmu akan mampu membedakan mana hak dan batil, mana cahaya kebenaran dan kegelapan kesesatan. Dengan ilmu, kita bisa memahami ayat-ayat Allah, merenungi kebesaran-Nya, dan menjalankan ajaran-Nya dengan benar.
Seorang ulama besar, Imam Syafi'i rahimahullah, pernah berkata, "Tidak akan pernah kenyang jiwa seorang mukmin kecuali dengan empat perkara: makanan yang halal, saudara yang saleh, pakaian yang menutup aurat, dan ilmu." Perkataan ini menunjukkan bahwa ilmu adalah kebutuhan pokok jiwa, sama pentingnya dengan kebutuhan fisik kita. Jiwa yang haus akan ilmu akan senantiasa merasa ada yang kurang, ada yang kosong, jika kita tidak berusaha untuk mengisinya.
Saudaraku, pernahkah kita melihat bagaimana seorang petani yang dengan tekun merawat tanamannya setiap hari? Ia menyiram, memberi pupuk, hingga akhirnya memetik hasil panen yang melimpah. Begitulah seharusnya kita dalam menuntut ilmu. Tidak cukup hanya sekali dua kali datang ke majelis ilmu, atau membaca sekilas kitab. Butuh ketekunan, kesabaran, dan terus-menerus mengulang kembali pelajaran agar ilmu itu meresap dan bersemi dalam hati, lalu berbuah amal nyata.
Pernah suatu ketika, seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah Saw., 'Wahai Rasulullah, manakah amal yang paling utama?' Beliau menjawab, 'Yaitu iman kepada Allah dan Rasul-Nya.' Lalu sahabat bertanya lagi, 'Kemudian apa?' Beliau menjawab, 'Jihad di jalan Allah.' Lalu sahabat bertanya lagi, 'Kemudian apa?' Beliau menjawab, 'Haji yang mabrur.' Sahabat terus bertanya, 'Kemudian apa?' Maka Rasulullah Saw. terdiam sejenak, lalu bersabda, 'Tidak ada keutamaan setelah itu, kecuali menuntut ilmu'." (HR. Ath-Thabrani)
Ketahuilah, menuntut ilmu bukan hanya sekadar mendapatkan gelar atau jabatan. Lebih dari itu, menuntut ilmu adalah ibadah yang memiliki kedudukan sangat tinggi di sisi Allah. Ia adalah sarana untuk mengenal Allah lebih dekat, mencintai-Nya lebih dalam, dan akhirnya dapat beribadah kepada-Nya dengan penuh kesadaran dan keikhlasan.
Oleh karena itu, mari kita jadikan sisa usia kita untuk terus menuntut ilmu. Tingkatkan kualitas dan kuantitas kehadiran kita di majelis-majelis ilmu. Buka mushaf Al-Qur'an, tuntunlah tangan kita untuk membaca dan memahami ayat-ayat-Nya. Ambillah faedah dari setiap buku, dari setiap perkataan ulama yang terpercaya. Niscaya, dengan ilmu yang kita dapatkan, Allah akan mengangkat derajat kita di dunia dan di akhirat. Jadikan ilmu sebagai cahaya yang menerangi langkah, filter yang menjaga hati, dan bekal terbaik untuk menghadap Allah Swt.
Semoga Allah senantiasa memudahkan jalan kita untuk menuntut ilmu dan mengamalkannya. Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang Allah angkat derajatnya karena ilmu yang kita miliki.
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ.